This is an example of a HTML caption with a link .

Peraturan pemberian Komentar dan lain Sebagainya :

  1. Dilarang Bertindak Spam, Mengirim pesan serupa sebanyak 4 kali atau lebih dalam satu layar chatbox.

  2. Mengirim Pesan Promosi yang berlebihan

  3. Dilarang Berdiskusi tentang hal yang berkaitan dengan Porno

  4. Dilarang memasang Link Situs Berbahaya

  5. Dilarang Melakukan penyamaran Admin (Pemilik Blog) Misalnya : Eru , Acak-acak , Ac2, Dll



Note:

blog ini adalah blog umum dari emaridial ulza. sahabat bisa mengunjungi blog pribadi baru saya di www.emaridialulza.com













Cari Disini

Custom Search

Kamis, 27 Februari 2014

‘No Cold War over Ukraine’: Kerry calls on Russia to ‘respect state sovereignty’


U.S. Secretary of State John Kerry (Kris Connor / Getty Images / AFP)
U.S. Secretary of State John Kerry (Kris Connor / Getty Images / AFP)
The chief US diplomat has warned Moscow to be “very careful” with its approach to Ukraine and respect its territorial integrity, following Russia’s announcement of a surprise military drill to assess the combat readiness of its western front.
“I think Russia needs to be very careful in the judgments that it makes going forward here,” John Kerry said in an interview with MSNBC’s Andrea Mitchell. “We are not looking for confrontation, but we are making it clear that every country should respect the territorial integrity here, the sovereignty of Ukraine. Russia has said it will do that, and we think it’s important that Russia keeps its word.”
“We’re hoping that Russia will not see this as sort of a continuation of the Cold War," Kerry said. “We don’t see it that way. We do not believe this should be an East-West, Russia-United States – this is not Rocky IV, believe me.”

Instead Kerry proposed that both the US and Russia use the opportunity to help Ukraine transition and stabilize the country.

Referring to Russia’s increasing global diplomatic presence in particular to its peace efforts to reach a deal in Syria and its former endeavors on Libya, the US chief diplomat said that it would be very difficult for Kerry to comprehend “how Russia would reconcile its position on Libya, its position on Syria, its warnings against intervention in another country and then not respect the sovereignty of Ukraine and the will of the people there.”
Kerry claimed that “hard statements” from Moscow in regards to Ukraine show that “to some degree, Russia has not been in touch with some of what’s been happening on the ground there.”
State Department spokesman Jen Psaki added to Kerry’s remarks when she was questioned by reporters about the potential threat from Russia.

“In terms of the military exercises and rumors of military intervention, it’s not just the Secretary who feels that would be a detrimental step to Ukraine and that would be a mistake.”

Ukrainian men help pull one another out of a stampede as a flag of Crimea is seen during clashes at rallies held by ethnic Russians and Crimean Tatars near the Crimean parliament building in Simferopol February 26, 2014. (Reuters / Baz Ratner)
Ukrainian men help pull one another out of a stampede as a flag of Crimea is seen during clashes at rallies held by ethnic Russians and Crimean Tatars near the Crimean parliament building in Simferopol February 26, 2014. (Reuters / Baz Ratner)

Kerry’s interview echoed his statements on Tuesday where he rejected the possibility only one side could be a winner.

“This is not a zero-sum game it is not a West versus East, it should not be, it is not Russia or the United States or other choices,” Kerry stated after a meeting with his UK counterpart, rejecting suggestions that the ouster of Ukraine's pro-Russia president and the politics around it are representative of a Cold War-era East-West divide.

“This is about the rights of a free people, a free democratic people to make their own decisions and we don't see it in a zero-sum way in international affairs,” UK Foreign secretary William Hague concurred.

The US which is considering providing a $1 billion loan for the new government in Kiev has repeated that its role in Ukraine’s affairs should not reignite fears of a new cold war.

Last week, US President Barack Obama said that he does not disagree with Russia over conflicts in Syria and Ukraine.

“I don’t think this is a competition between the United States and Russia. I think this is an expression of the hopes and aspirations of people inside of Syria and people inside of Ukraine,” Obama said last Wednesday.

“Our approach as the United States is not to see these as some Cold War chessboard in which we’re in competition with Russia,” Obama said. “Our goal is to make sure that the people of Ukraine are able to make decisions for themselves about their future, that the people of Syria are able to make decisions without having bombs going off and killing women and children … because a despot wants to cling to power.”

People attend a rally organized mainly by ethnic Russians near the Crimean parliament building in Simferopol February 26, 2014.(Reuters / Str)
People attend a rally organized mainly by ethnic Russians near the Crimean parliament building in Simferopol February 26, 2014.(Reuters / Str)
Kerry’s remarks follow Moscow’s announcement that it has ordered an surprise military drill of 150,000 troops to test the combat readiness of armed forces across western and central Russia.

Russia informed NATO and the OSCE of the military exercise in advance, making the matter as transparent as possible. The practice of surprise exercises was introduced last September but this time western media was quick to connect the drill to the situation in Ukraine.

The Defense Ministry said Wednesday that it is monitoring the situation around the Black Sea Fleet in Sevastopol. "Steps are being taken to ensure the safety of our facilities," stressed Defense Minister Sergey Shoigu.

In the meantime, protesters on the southern peninsula of Ukraine are staging rallies against Ukraine’s interim government and have appointed a Russian-speaking mayor in Sevastopol, the capital of Crimea where Russia’s Black Sea fleet is based.

The parliament of the Crimea autonomous region is deciding when to hold a session to declare the region’s official position toward the new authorities in Kiev. The protesting majority demanded a referendum be held to decide whether Crimea should retain its current status as an autonomous region in Ukraine, to become independent, or become part of Russia again, as it was until 1954. The local community of Crimean Tatars in the meantime expressed support for the new Ukrainian authorities, and clashed with the rival rally in front of the local parliament.



Presiden SBY Menangis Mendengar Curhat Penerima Beasiswa Bidik Misi

Dengar Kesaksian Birrul, SBY Menangis
Birrul Qodriyah, salah seorang penerima program Bidikmisi, yang kini kuliah Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menangis ketika mendengar kisah Birrul Qodriyah. Birrul adalah salah seorang penerima program Bidikmisi, yang kini kuliah Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, walau orang tuanya hanya menjadi buruh tani.
“Saya menangis mendengar testimoni tadi, karena itulah yang saya alami dulu,” kata Presiden SBY saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi dengan 1.000 Mahasiswa Program Bidikmisi yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata di atas 3,6 dan memiliki prestasi khusus di luar akademik, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/2/2014).
Birrul Qodriyah adalah putri sulung keluarga petani Dusun Puton, Jetis, Bantul, DIY, yang mewakili ratusan mahasiswa peraih beasiswa Bidik Misi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Orangtua saya bukan hanya buruh tani. Sekali menanam hanya mendapat uang Rp 5.000," kata Birrul Qodriyah menuturkan kesedihannya ingin kuliah tapi tak mampu.
Berkat Bidikmisi, Birrul Qodriyah akhirnya bisa kuliah, bahkan menyabet penghargaan Mahasiswa Bidikmisi Berprestasi tingkat Nasional 2013.
Presiden kemudian mengisahkan pengalamannya sekitar akhir tahun 60-an, dimana banyak teman-temannya yang pandai tapi tidak dapat melanjutkan kuliah karena keterbatasan ekonomi. “Kalau pertemuan ini terjadi pada tahun ’61, saya pasti hadir sebagai peserta Bidikmisi,” katanya seperti dilansir Tribunnews dari laman khusus Setkab.
Kepala Negara yang hadir di acara Silaturahmi 1.000 Penerima Bidikmisi itu dengan didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono mengemukakan pemerintah mengikuti falsafah pembangunan untuk semua, semua harus terangkat. Kalau ada hasil pembangunan, kata Kepala Negara, semua harus merasakan hasil tersebut.
Pendidikan pun, lanjut Presiden, adalah pendidikan untuk semua. “Tidak boleh ada anak-anak di negeri ini yang kesulitan ekonomi lantas tidak bisa sekolah, mereka punya hak dan peluang yang sama, mereka juga memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpi-mimpinya,” tegas Presiden.
Oleh karena itulah, menurut Presiden SBY, tahun demi tahun pemerintah mengeluarkan kebijakan agar anak-anak yang tidak mampu bisa terus mewujudkan mimpinya, dengan memberikan bea siswa bagi yang berprestasi dan tidak mampu. “Itu semua untuk mewujudkan pendidikan untuk semua. Pemerintah menggratiskan total untuk mahasiswa yang benar-benar tidak mampu,” papar SBY.



12 Perilaku Yang Dapat Di Contoh Dari Orang Jepang

Kita tahu jika bangsa / budaya Jepang sendiri telah dikenal mendunia dan ini dapat memberikan inspirasi dan nilai positif untuk kita adaptasi jika kita pandang baik. Nah mungkin sebagai koreksi aja apakah dari ke 12 perilaku ini ada dalam kehidupan anda sehari-hari, langsung saja berikut di antaranya :


12 Perilaku Yang Dapat Di Contoh Dari Orang Jepang

  1. Ketika di kendaraan umum, orang-orang Jepang suka sekali membaca buku atau mengerjakan aktivitas yang mengasah otak.
  2. Ketika makan di kendaraan umum, sampah sisa makanan di simpan ke dalam saku celana atau di masukkan ke dalam tas, kemudian baru di buang setelah menemukan tong sampah.
  3. Ketika di kelas, bangku yang kosong adalah bangku kelas paling belakang.
  4. Ketika dosen memberikan kuliah, semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
  5. Ketika di beri tugas oleh dosen, hari itu juga atau siang/malemnya langsung pergi ke perpustakaan atau browsing internet buat mencari data.
  6. Ketika terlambat masuk kelas, memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu + menyesal tidak akan mengulangi lagi.
  7. Ketika di jalan raya, mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal Jepang adalah negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya ?
  8. Ketika jam kantor, jalanan sepiiiii banget, seperti kota mati.
  9. Ketika buang sampah, sampah di buang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat khusus organik, sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.
  10. Ketika berangkat kantor, berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipakai saat acara keluarga atau yang bersifat mendesak aja.
  11. Ketika janjian ketemu, Ting ... tong ... semuanya datang tepat pada jam yang disepakati.
  12. Ketika berjalan di pagi hari, orang-orang pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke kantor/sekolah.



7 Kebiasaan Manusia Menjadi Luar Biasa

 — — Apakah anda pernah merasa dalam kehidupan yang kita jalani ada sesuatu yang tanpa disadari menjadi hal utama dalam diri dan terkadang hal tersebut membuat kita bersemangat dan kadang pula pesimis pada diri. Dalam sebuah artikel yang menceritakan keberhasilan seorang wanita mencapai karirnya, yang diawali dengan cerita yang penuh kemalasan, ketidakberhasilan selalu menimpanya. Dari setiap ketidakberhasilan tersebut membuatnya berpikir dan terus berpikir, belajar dari apa yang terjadi.

Kebiasaan untuk belajar dari ketidakberhasilan dalam diri dan sekitar, menyimpulkan ada kebiasan universal yang memungkinkan seseorang dapat mencapai keunggulan. Seperti apa yang dikatakan Aristoteles " kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali, keunggulan bukanlah suatu tindakan tapi kebiasaan. Kebiasaan tidak mendarah daging atau genetik, tapi kebiasan setiap orang yang mampu mengolah ada yang menjadi kebiasaan tersebut (tindak positif) ". Demikian juga yang dikatakan Stephen Covey " kebiasaan akan membantu seseorang menjadi baik ".


7 Kebiasaan Manusia Menjadi Luar Biasa

  1. Memiliki Pemikiran Akhir. Semuanya dimulai dengan akhir visi dan misi yang ingin anda penuhi, membentuk tujuan yang jelas tentang apa yang anda inginkan.
  2. Lakukan Apa Yang Anda Cintai. Apa yang anda sukai, jika anda tidak bergairah dengan hal tersebut, cobalah melakukan sesuatu yang anda anggap bermanfaat
  3. Bekerja Lebih Keras Dari Yang Lainnya. Komponen terbesar dalam keberhasilan adalah kerja keras, memilih strategi yang efektif.
  4. Memanfaatkan Waktu Setiap Saat. Setiap orang tahu waktu sangat berharga. Kutipan Donal Trump yang dapat kita jadikan motivasi "waktu sangat berharga daripada uang, karena dengan waktu anda bisa mendapatkan uang yang lebih, tetapi anda tidak bisa mendapatkan kembali waktu".
  5. Mengambil Tindakan Untuk Mencapai Hasil. Apapun yang kita lakukan dan tidak lakukan menentukan seberapa banyak kita dapat tumbuh untuk mendapatkan keberhasilan.
  6. Terus Mengasah / Meningkatkan Diri. Belajar tidak pernah berhenti, selalu ada sesuatu yang kita lakukan untuk hal yang baik.
  7. Mintalah Umpan Balik / Pendapat. Tidak peduli berapa banyak cara yang kita coba untuk selalu memperbaiki diri. Kita tidak tahu bagaimana diri kita tanpa ada orang lain. Mintalah umpan balik sebagai cara tercepat untuk memperbaiki diri.

Demikian kebiasaan yang kita miliki sangat istimewa, tinggal bagaimana kita melakukannya. Silakan mencoba melakukannya dan pastinya banyak orang berkata berteori itu lebih mudah daripada implementasinya. Setidaknya ini jadi bahan pikiran kita.




Masa Lalu vs Sekarang vs Yang Akan Datang Renungan Kurang Sosialisasi

 —  — Membahas tentang masa lalu tentunya akan selalu dikaitkan dengan orang yang tidak mempunyai pikiran ke depan. Jadi jangan pernah sekali-kali kita jadi lupa dengan masa lalu kita. Masih ingatkah anda ketika anda bukan di zaman seperti ini ?



1. Sepeda Fixie
Persepsi :
  • Jika naik sepeda ke sekolah, kampus, atau buat nongkrong pasti di bilang kere atau ya anaknya tukang siomay.
  • Cowok naik sepeda warna-warni, pasti di bilang bencong.
  • Naik sepeda cuma kalo di suruh nyokap beli kecap ke warung.
  • Kendaraan beroda yang tidak ada remnya cuma gerobak.
  • Car Free Day pasti sepi.
  • Minta duit ke bokap di atas 1 juta pasti dikira buat beli narkoba.

2. Ketika Belum Ada Blackberry

Masa Lalu vs Sekarang vs Yang Akan Datang

Persepsi :
  • Kalau mau e-mail pasti ke warnet dulu.
  • Anak-anak remaja masih minta nomer handphone.
  • Istilah BBM masih dikenal dengan singkatan untuk "Bahan Bakar Minyak".
  • Kalau lagi nunggu pasti bengong.
  • Handphone kita jarang hang.
  • Jarang buka Facebook dan Twitter.



3. Ketika Belum Ada 7-Eleven

Masa Lalu vs Sekarang vs Yang Akan Datang

Persepsi :
  • Anak sekolah jarang nongkrong.
  • Indomaret dan Alfamart laku banget.
  • Males banget kalo disuruh pergi ke minimarket.
  • Lebih sering minum es mambo (ngk tau slurpee).
  • Jarang makan Junkfood.


4. Ketika Belum Ada Twitter
Masa Lalu vs Sekarang vs Yang Akan Datang

Persepsi :
  • Yang biasanya punya pengikut sampe ratusan ribu orang itu cuma pemimpin aliran sesat. ohiya, sama kertua partai.
  • RT masih istilah yang digunakan berdampingan dengan RW.
  • TT bagi-sebagian orang adalah hal yang jorok.
  • Jarang dapet tiket gratis nonton konser musik top.
  • Kalo mau ngobrol sama artis harus ketik REG (spasi) dulu.


5. Ketika Belum Ada Facebook
Masa Lalu vs Sekarang vs Yang Akan Datang

Persepsi :
  • Kalau nulis-nulis di tembok orang (wall), orang itu bakal ngamuk dan ngejar-ngejar agan.
  • Untuk tau gebetan agan udah punya pacar atau belum, agan harus tanya-tanya sahabatnya, saudaranya, bahkan sampe supirnya.
  • Kalo mau liat foto-foto gebetan agan, agan harus minjem hapenya dulu.
  • Kalo mau jualan, harus cari toko dulu.

Yang terakhir perlu anda renungkan di kehidupan ke depan adalah berkaitan dengan gambar di bawah ini :
Masa Lalu vs Sekarang vs Yang Akan Datang